CERBUNG “YOU’RE MY FLASHLIGHT” (Bagas Chindai Idola Cilik) #Part3
Penulis : @OliviaaHaloho
------------------
Chindai dan Om Gilbert menyusuri Universitas Indonesia, namun om Gilbert hanya menemanin Chindai sampai depan saja tidak masuk ke dalam Universitas Indonesia.
"Nah sebaiknya kamu sendirian yang melihat-lihat kampus ini. Mungkin hari ini memang sepi karena masih dalam masa liburan semester dan minggu depan sudah memulai aktifitas seperti OSPEK" jelas Om Gilbert. "Yasudah om tunggu dimobil, kamu silahkan melihat-lihat keadaan kampus" lanjut om Gilbert. Chindai hanya menganggukan kepala saja.
Chindai berjalan menyusuri setiap lorong-lorong kampus melihat-lihat ruangan-ruangan yang ada dikampus ini. Mengingat setiap sudut ruangan tersebut.
-----------
Seminggu sudah Chindai berada di Jakarta, 3hari yang lalu Chindai sudah melaksanakan OSPEK di Universitas Indonesia. Sekarang Chindai resmi menjadi salah satu mahasiswi di fakultas Ilmu Komunikasi.
Pagi ini, Chindai akan berangkat ke kampus dengan diantar oleh Om Gilbert. Om Gilbert akan terus mengantar Chindai sampai Chindai bisa beradaptasi dengan lingkungan kota metropolitan ini. Om Gilbert tau, bahwa keponakannya yang satu ini sangat susah beradaptasi dengan lingkungan baru. Contohnya saja saat mereka liburan ke Korea Selatan. Saat memasuki musim salju keadaan suhu tubuh Chindai menurun dan harus segera dilarikan ke rumah sakit. Maka dari itu Om Gilbert sangat was-was dengan kondisi keponakannya ini.
"Pagi Om, Tante, Oca dan Ivan" sapa ku dengan ceria dan berjalan menuju meja makan
"Pagi juga, Ndai"
"Pagi juga kakak cantik"
Chindai terkekeh saat dua keponakannya ini membalas sapaan dirinya. Lalu Chindai duduk di kursi yang ada di hadapan Oca.
"Ndai, bagaimana? Sudah siap menjadi mahasiswi?" Goda Tante Siska
"Haha, siap dong tante." Jawab Chindai sekenanya
Selesai sarapan pagi, Chindai diantar oleh om Gilbert menuju kampus nya. Kampus pagi ini terlihat ramai sekali, wajah-wajah baru yang akan Chindai lihat beberapa tahun ke depan.
Sesampai dikampusnya om Gabriel nggak mengantar Chindai sampai depan halaman kampus seperti waktu saat pertama kali melihat-lihat suasana kampus ini. Om Gabriel hanya mengantar sampai depan fakultas Chindai saja dan langsung melaju menuju kantornya.
"Om antar kamu sampai di depan sini aja ya, Ndai. Nanti pulang kampus kamu telpon om aja nanti om jemput" kata Om Gilbert
"Baiklah om, Chindai turun dulu ya" jawab Chindai
"Masih ingat kan jalan ke ruangan kampusnya?" Goda om Gilbert
"Ih! Om apaan sih, yailah Chindai masih ingat kan Chindai masih muda nggak seperti om yang udah tua, wleeeee" kata Chindai cengengesan dan langsung berlari keluar dari mobil om Gilbert
"Awas kamu, Ndai." Kata om Gilbert sambil menggeleng-gelengkan kepalanya melihat keponakannya yang jailnya minta ampun
-----------
Chindai berjalan menuju lorong tiap lorong kampusnya. Semua mata tertuju pada Chindai pagi itu, ntahlah apa yang membuat semua mata tertuju pada Chindai. Tapi Chindai hanya cuek saja dan terus berjalan menuju ruang kampusnya hari ini.
Saat memasuki ke dalam ruangan kampusnya Chindai langsung mencari-cari bangku kosong yang belum ditempatin sama orang. Selang beberapa detik setelah mencari-cari akhirnya Chindai menemukan bangku yang belum ada penghuninya saat itu dan langsung saja Chindai menghampiri bangku itu dan duduk disana.
Duduk manis yang Chindai lakukan saat sudah duduk dibangkunya. Melihat keramaian yang terjadi di ruang kampusnya ini, membuat Chindai sedikit teringat sama kenangan masa-masa SMA nya dulu. Termasuk Jordan!
'Astaga!!! Kenapa gue jadi mikirin dia lagi sih! Ayo, Ndai lo bisa lupain Jordan jangan sampai lo terus mengharapkan cinta lo terbalas!' Batin Chindai menyemangati dirinya sendiri
10 menit berlalu tapi sang dosen yang mengajar mata kuliah pagi ini belum datang juga. Chindai merasa bosan hanya dengan duduk manis saja di ruang kelasnya.
Tak ada satupun yang Chindai kenal di dalam ruangan ini. Semuanya sama saja sibuk dengan kegiatannya masing-masing.
Chindai lalu mencari-cari Ipod nya yang terletak didalam tasnya dan mulai mendengarkan lagu yang terputar di Ipodnya untuk menghilangkan rasa suntuknya
Tiba-tiba saat dirinya sedang asyik mendengarkan lagu, ada 2 orang wanita menuju mejanya.
"Hai" sapa mereka berdua lalu Chindai melepaskan headset yang bertengger ditelinga Chindai
"Hai" sapa Chindai balik disertai senyuman
"Boleh kenalan kan? Nama gue Chelsea" kata seorang gadis kurus, bermata sipit dan berambut lurus panjang dan mengulurkan tangannya kepada Chindai
"Gue Marsha" kata seorang gadis lagi dan juga mengulurkan tangannya kepada Chindai
"Boleh kok, gue Chindai" jawab Chindai dan membalas uluran tangan mereka
Saat tengah asyik berbincang-bincang derap langkah dari arah luar ruangan kampus Chindai, Marsha dan juga Chelsea. Semua mahasiswa/i yang diruangan tersebut langsung terbirit-birit menuju bangku mereka masing-masing.
Dan benar saja suara langkah kaki tadi adalah dosen yang akan mengajar kelas Chindai pagi ini. Menurut daftar nama dosen yang mengajar pagi ini, nama beliau Margaretha Dwi. Kira-kira umur beliau sekitar 40 tahunan, badannya tinggi, memakai kacamata dan kelihatannya beliau sangat beribawa.
---------
Jam mata kuliah hari ini tak terasa sudah selesai tepat waktunya. Chindai masih enggan melangkahkan kakinya keluar dari ruangan kampusnya.
"Ndai, lo nggak pulang?" Tanya Marsha dari kursinya
"Nanti aja, gue lagi nunggu di jemput om gue" kata Chindai ramah
"Hmmm.. Okelah, gue balik dulu yaa" kata Marsha lagi dan melangkah keluar kelas
"Iya" kata Chindai
Satu per satu anak-anak keluar kelas yang tadinya kelas ribut dan terasa penuh sekarang kelas sudah kosong dengan cepat dan hanya tinggal Chindai sendiri. Mau tak mau Chindai melangkahkan kakinya keluar kelas. Tak lupa memakai Ipodnya lagi mendengar lagu-lagu yang mengalun indah.
Saat sedang mencoba memasangkan headset ke telinga, Chindai tak sengaja bertabrakan dengan seseorang. Dan Ipod yang ditangan Chindai jatuh ke lantai dan pecah tak berbentuk lagi.
Saat Chindai ingin mengambil Ipodnya tapi Chindai kalah cepat dengan tangan seseorang sepertinya tangan seorang pria. Chindai langsung mengangkat wajahnya untuk melihat wajah orang yang menabraknya dan membuat Ipodnya rusak dan pecah.
Dan benar saja yang menabrak Chindai tadi adalah seorang pria!
"Haduh! Ipod gue jadi rusak" histeris Chindai
"Maaf, Ipod lo sudah rusak jadi saya bawa saja. Besok gue ganti ya. Maaf sekali lagi" kata cowo itu dengan sopan
"Eh, nggak usah diganti. Gak apa-apa kok. Lagian gue yang salah" jawab Chindai
"Nggak kok. Gue yang salah dan gue akan ganti Ipod lo" kekeuh cowo itu dan melangkah pergi dari hadapan Chindai
"Heh! Ipod gue mau lo bawa kemana? Nama lo siapa? Sembarangan bawa Ipod gue" omel Chindai bertubi-tubi saat melihat cowo itu meninggalkan Chindai. Langkah cowo itu terhenti saat mendengar omelan Chindai dan memutar badannya menghadap Chindai.
"Nama gue Bagas, lo tenang saja dan besok temui gue di taman kampus dan gue akan ganti Ipod lo yang rusak ini karena gue." Kata cowo itu yang ternyata bernama Bagas dan tanpa menunggu jawaban dari Chindai, Bagas langsung berlalu meninggalkan Chindai
"Ish! Nyeselin banget tu orang jadi cowo, seenaknya aja nyuruh gue nemuin dia. Akrab aja nggak." Dengus Chindai sebal dan melangkahkan kakinya menuju depan kampusnya karena Om Gilbert sudah menunggu Chindai.
Sesampainya di dalam mobil Om Gilbert, Chindai memasang muka cemberut dan membuat sang Om kebingungan melihat keponakkannya seperti ini.
"Ada apa, Ndai? Kenapa mukanya di tekuk gitu?" Tanya Om Gilbert pelan. Chindai menghela nafas berat.
"Aku tadi ketabrak sama orang om trus Ipod aku kebanting jadinya rusak deh. Dan orang itu mengambil Ipod aku, katanya dia bsk temuin dia di taman depan kampus. Aku takut om dia kalau macam-macam sama aku" jelas Chindai dengan wajah masam
"Hemmm.. Temuin dia besok, kalau dia macam-macam sama keponakkan om yang cantik ini, om akan pukul dia." Jawab Om Gilbert. Chindai hanya mengangguk saja
"Dia cowo apa cewe, ndai?" Tanya Om Gilbert
"Cowo, om" jawab Chindai dan om Gilbert hanya mengangguk saja dan tersenyum
-------
Tidak ada komentar:
Posting Komentar