Senin, 02 November 2015

Cerbung "You're My Flashlight" (Bagas Chindai Idola Cilik 2013) #Part4

CERBUNG “YOU’RE MY FLASHLIGHT” (Bagas Chindai Idola Cilik) #Part4
Penulis : @OliviaaHaloho

---------------------------
"Ish! Nyeselin banget tu orang jadi cowo, seenaknya aja nyuruh gue nemuin dia. Akrab aja nggak." Dengus Chindai sebal dan melangkahkan kakinya menuju depan kampusnya karena Om Gilbert sudah menunggu Chindai.

Sesampainya di dalam mobil Om Gilbert, Chindai memasang muka cemberut dan membuat sang Om kebingungan melihat keponakkannya seperti ini.

"Ada apa, Ndai? Kenapa mukanya di tekuk gitu?" Tanya Om Gilbert pelan. Chindai menghela nafas berat.

"Aku tadi ketabrak sama orang om trus Ipod aku kebanting jadinya rusak deh. Dan orang itu mengambil Ipod aku, katanya dia bsk temuin dia di taman depan kampus. Aku takut om dia kalau macam-macam sama aku" jelas Chindai dengan wajah masam

"Hemmm.. Temuin dia besok, kalau dia macam-macam sama keponakkan om yang cantik ini, om akan pukul dia." Jawab Om Gilbert. Chindai hanya mengangguk saja

"Dia cowo apa cewe, ndai?" Tanya Om Gilbert

"Cowo, om" jawab Chindai dan om Gilbert hanya mengangguk saja dan tersenyum

-------

Keesokan paginya...
Pagi ini Chindai terlihat tidak begitu sehat. Bibirnya pucat, kepalanya pusing dan kepalanya terasa berat. Ini yang Chindai takutkan akan jatuh sakit seperti ini. Mungkin efek karena mengerjakan tugas-tugas kampus yang menumpuk dari dosen-dosennya.

“aduh kepala gue berat banget sumpah!” Chindai. Badannya gemetar saat hendak melangkah menuju kamar mandi.

“aduh! Ayo dong! Hari ini ada Quiz lagi dari dosen killer satu itu” dumel Chindai.

Akhirnya dengan tenaga yang masih dimilikinya, dia berhasil bangun dari duduknya dan berjalan menuju kamar mandi. Setelah 10menit berada di dalam kamar mandi, Chindai bergegas memakai baju untuk dipakainya ke kampus dan tak lupa juga Chindai memakai jaket untuk menghangatkan tubuhnya.

--------
Chindai berjalan gontai menuju meja makan, walau sekuat apapun dirinya menahan sakit ditubuhnya tapi tidak bisa dipungkiri badannya benar-benar lemas di pagi hari ini.

“pagi Tante.. Om.. Oca dan Ivan” sapa Chindai dengan suaraparaunya.


“pagi, Chindai” sapa tante siska dan om Gilbert

“pagi kak Chindai” timpal Oca juga Ivan

“sarapan dulu, Ndai.’ Kata tante Siska mengalihkan pandangannya dari menghadap ke Ivan dan Oca beralih kea rah Chindai.

“kamu sepertinya kurang enak badan, Ndai?” kata tante Siska lagi saat melihat wajah pucat Chindai pagi hari ini. Dan sukses membuat Om, Ivan dan juga Oca melihat kea rah ku.

“hmm.. nggak kok, tan. Cuman kecapean aja tadi malam begadang ngerjakan tugas dan belajar buat Quiz pagi ini dikampus” kata Chindai mencoba meyakinkan om dan tantenya

“kamu serius, Ndai? Jika tidak enak badan kamu bisa bristirahat dulu hari ini dan nanti om yang akan izinkan ke dosen kamu” jelas Om Gilbert yang terlihat sangat mencemaskan Chindai

“tidak apa-apa om, Chindai masih kuat kok buat kuliah hari ini. Hari ini cuman sampai jam 12 siang saja om kuliahnya”

“yasudah kalau gitu tante akan buatkan coklat panas buat kamu, Ndai” Tante Siska

----------------
Sesampainya dikampus, Chindai berjalan dengan sempoyongan seperti orang mabuk berat. Kepalanya benar-benar ingin pecah pagi ini. Terlebih orang-orang yang satu fakultas dengan Chindai menatapnya bingung. Sebodolah!

Sesampainya di ruang kelas, teman-teman Chindai juga menatap aneh kearah Chindai. Kenapa Chindai seperti orang mabuk berat. Belum sampai di kursi yang akan ditempatin Chindai, Chindai menabrak meja yang ada di hadapannya dan membuat Chindai meringis kecil.

‘arrgghhhh!!! Kalau bukan karena Quiz pagi ini, gue bakalan nggak masuk kampus. Mana ini kepala udan mau meledak deh’ dumel Chindai

Saat Chindai sampai di kursinya dan duduk bersender di punggung kursi dan sambil memijit keningnya yang benar-benar pusing.

“Chindai, lo nggak apa-apa?” Tanya Misel yang duduknya bersebelahan dengan Chindai

“gue nggak apa-apa kok” jawab Chindai serak dan lesu

“tapi muka lo pucat banget” Misel. Terlihat banget dia khawatir sama keadaan Chindai, tapi Chindai hanya menggelengkan kepalanya pertanda dia baik-baik saja.

Merasa bosan menunggu sang dosen masuk kelas, Chindai merogoh saku jaketnya mencari Ipod kesayangannya. Namun tidak kunjung menemukannya, Chindai mulai memutar otaknya memikirkan dimana Chindai meletakkan Ipodnya?

Sial! Chindai lupa bahwa kemarin siang dia tabrakan sama seorang mahasiswa di depan kelasnya. Dan dia berjanji akan mengganti Ipod kesayangannya itu. Dan berati Chindai akan bertemu dengannya lagi.

Selang 10 menit dosen killer itu datang juga dan langsung mengatakan bahwa Quiz akan segera di laksanakan sekarang dan itu membuat kepa Chindai semakin berdenyut kencang saat membaca dan mencoba memikirkan jawaban dari Quiz yang diberikan dosennya. Sesekali Chindai memijit keningnya.

-----------------
Pagi telah berganti menjadi siang. Cuaca siang hari ini terik sekali dan membuat Chindai menyipitkan matanya untuk melihat jalan ditambah lagi pusing di kepalanya yang tidak kunjung hilang.

"Aduh! Mana gue harus ketemu sama cowo itu lagi. Apa iya ya dia mau gantiin Ipod gue?" Pikir Chindai

"Tapi kalau dia jahat, gmana? Mana gue orang baru lagi di ibukota ini. Duhhhh" lanjut Chindai dengan perasaan ketar-ketir

"Udah ah! Gue samperin aja, siapa tau dia niatnya baik" kata Chindai lagi dan melangkah menuju tempat yang disebutkan laki-laki itu. Taman kampus.

Sesampainya di taman kampus yang dimaksud laki-laki itu namun tak ada sosok yang di cari Chindai. Pikiran Chindai sudah yang jelek saja tentang itu cowo.

"Itu cowo katanya janji mau gantiin Ipod gue? Lah? Gue udah di taman kampus gini, dianya gak ada" dengus Chindai sebal

"Mana ini kepala gue berdenyut terus lagi. Aduhhh" rengek Chindai sambil memegangi kepalanya yang masih pusing.

20 menit berlalu namun sosok yang di tunggu tidak datang juga. Sinar matahari terus menyilaukan pandangan siang hari ini. Kepala Chindai semakin berdenyut hebat tanpa henti. Pandangan Chindai menjadi buram, lama kelamaan semakin gelap, dan Chindai tak sadarkan diri di taman kampus tersebut.

-----------
Seorang gadis tengah tidur nyenyak di atas tempat tidur. Entah sudah berapa lama dia tak sadarkan diri. Ya, dia Chindai. Chindai yang sempat pingsan tadi kini berada di sebuah ruangan lebih tepatnya kamar seseorang.

Perlahan mata Chindai terbuka sempurna, Chindai kaget luar biasa. Dimana dia sekarang? Dikamar siapa dia?

"Aduhh!!!" Jerit Chindai saat hendak bangun dari tidurnya

"Lo sudah siuman?" Tanya seseorang dengan suara lembutnya

Chindai tersentak kaget dan matanya membulat sempurna melihat siapa yang berbicara itu.

"Gue dimana? Kenapa gue disini?" Tanya Chindai kepada orang tersebut

"Tadi gue nemuin lo di taman kampus pingsan. Karena gue bingung mau bawa lo kemana ya sudah gue bawa ke rumah gue aja" jelas orang tersebut

"Thanks sebelumnya, kalau gitu gue mau balik dulu. Nanti om sama tante nyariin gue" jelas Chindai dan beranjak dari tempat tidur namun baru hendak menginjak lantai dirinya sudah jatuh di dekapan orang tersebut

"Kalau belum kuat jalan jangan dipaksa. Lo makan dulu baru gue antar pulang" katanya dan mendudukkan Chindai keatas tempat tidur lagi

"Tapi...."

"Tenang aja, gue nggak jahat sama lo kok. Bubur ini juga nggak ada racunnya" jelas orang itu seperti tau pemikiran Chindai

Karena sudah tidak ada tenaga lagi, Chindai hanya menganggukkan kepalanya pelan. Dan menerima suapa demi suapan bubur yang dikasih sama orang itu hingga habis.

"Nah udah habis. Minum dulu deh, baru gue antar pulang" kata cowo itu tersenyum memperhatikan gadis dihadapannya ini

"Ohya, lo masih ingat sama gue?" Tanya pria ini dengan lembut

"Hmmm" Chindai nampak berfikir dan memperhatikan wajah orang di depannya itu

----------

Tidak ada komentar:

Posting Komentar